2012年4月24日火曜日

Mimpi vs Nyata

Kalau berpikir cengeng:

Every night I cried,
whenever I remembered you I cried,
whenever I got a phone call for a long conversation
I cried for remembering moments I shared with you by phone.

Tapi...
Dunia ini nyata..
Mimpi harus berakhir
Atau..
Kita tidak akan bisa melanjutkan kehidupan kita

Life must go on...
Jadilah kuat
Jadilah tegar
Bayang-bayang mimpi ini pasti akan berlalu

2012年4月23日月曜日

Maaf dan Terima Kasih

Maaf
dan
Terima kasih...

Maaf sudah menyukaimu
Maaf sudah masuk ke kehidupanmu
Maaf sudah mengacaukan perasaanmu
Maaf tidak bisa menyampaikan selamat tinggal dengan baik

Terima kasih sudah hadir di kehidupanku
Terima kasih atas kebahagiaan yang kuterima
Terima kasih atas perhatianmu selama ini

Sampai jumpa lagi, di lain kesempatan
Sebagai...
Teman...

2012年4月16日月曜日

Farewell



Dear Someone
     Aku ingin kamu tahu
     Kalau aku
     Sangat menikmati saat bersamamu

Dear Someone
     Maaf aku tidak tahu
     Kalau kamu
     Tersiksa selama bersamaku

Dear Someone
     Maafkan aku
     Kalau aku
     Bahagia sementara kamu tersiksa

Dear Someone
     Terima kasih pernah hadir di hidupku

Sungguh, aku sayang kamu...

2012年4月13日金曜日

"Mantra"


It’s Okay…
It’s Okay…
Everything’s gonna be alright…

No need to be panicked
Everything’s gonna be alright…

You can do it, girl
It’s Okay…
It’s Okay…

Be tough!!



Pernah merasa panik? atau terdesak? 
Aku termasuk orang yang gampang panik dan paranoid. Pikiranku gampang kalut. Seperti kata seseorang yang kukira tidak mengenalku, tapi bisa menilaiku : "saya tahu, kamu orangnya sebenarnya punya emosi yang tinggi, tapi karena kamu pintar, kamu kendalikan itu". He's just damn right!! 

Entah sejak kapan dan bagaimana mulanya, aku menggunakan kata-kata di atas untuk menguatkan diriku sendiri. Karena di saat paranoid atau kalutku itu kambuh, terutama untuk hal yang jika dipikir secara logika, hal yang kecil, aku jadi merasa lebay, and I hate it! Makanya aku memerangi diriku sendiri dalam hal ini. Meski sudah cukup lama kuterapkan, aku belum bisa bilang aku sembuh dari penyakit kalut dan paranoid ini, tapi setidaknya pengendalian ekspresi dan emosiku sudah jauh lebih baik.

Saya pikir tiap orang mungkin punya "mantra" nya masing-masing untuk mengendalikan emosinya. Seperti seorang temanku yang menggunakan mantra : "All iz well... all iz well..." yang dia dapatkan dari sebuah film favoritnya, dan kebetulan aku juga suka film itu setelah coba menontonnya.

Yah... mantra ini memang tidak akan bisa merubah apa yang sudah terjadi. Namun, bisa mempengaruhi langkah yang diambil dari masalah yang dihadapi. Apapun itu, keputusan dari hasil berpikir secara logis dan jernih biasanya akan lebih baik daripada keputusan yang dihasilkan dari pikiran yang sedang kalut.

Dan, percaya atau tidak, penggunaan "mantra" seperti ini cukup manjur untuk meng-hypno otak supaya lebih tenang. Walau mungkin untuk dalam keadaan yang luar biasa serius, bisa saja kurang manjur. *LOL*

Hanya sekedar share... Hehehe.. :D

2012年4月11日水曜日

Sang Waktu

TIK TOK...
Jam berdetak

TIK TOK...
Waktu pun berlalu

Tanpa kenal ampun
Tanpa kenal siapa dan apa

TIK TOK...
Terror itu kembali menghantui
Sang maha yang tak kenal belas kasihan

Ia berlalu
Meninggalkan mereka yang masih terpaku
pada tuntutan masa lalu
dan tak bergerak maju

TIK TOK...
Ia menggemakan suaranya
Suara peringatan bahwa "aku tidak pernah mundur"

Waktu, sang penguasa kehidupan

Waktu, sang penakluk mereka yang congkak

Waktu, sang pemenang dari semua situasi

Waktu, sang pemutar roda kehidupan

Waktu, sang hakim dari segala tindakan,
yang mereka sebut dengan nama lain, Karma

2012年4月2日月曜日

Diri

Siapa kamu?
Tanya sang letih

Andai aku bisa membunuh pikiranku sendiri
perasaanku sendiri...

Ah, tidak...
Tidak boleh...
Aku akan kembali menjadi boneka

Lama aku di posisi ini
lagi... lagi... dan lagi...

Seperti komidi putar,
Aku berputar-putar di tempat yang sama
dengan putaran yang semakin kencang
dan menyakitkan...

Aku lelah...
Bolehkah aku mengeluh?

Aku bingung, bahkan dengan diriku sendiri

Kukira aku sudah mulai mengenal aku

Tapi, tidak...

Aku ternyata masih terlalu misterius
untuk kupahami sepenuhnya

Hai Aku, siapakah kamu?

Perbedaan

Apa itu perbedaan?

Terkadang, manusia terlalu ribut dengan label, dengan visualisasi dari sesuatu, entah itu benda, hewan, tumbuhan, bahkan orang. Manusia seringkali terlalu ribut, memusingkan segala macam titel, fisik dan kemasan segala sesuatu. Menurut anda, berapa banyak pertikaian, pertengkaran, perselisihan yang timbul dari masalah visual ini?? Banyak! Dari skala kecil hingga besar, ada banyak sekali perselisihan yang timbul dari sesuatu yang dianggap "perbedaan" ini. Mungkin manusia banyak yang menganggur, banyak yang otaknya tidak dipakai, sehingga cenderung meributkan sesuatu yang menurut pandangan pribadi saya, bukanlah hal yang harus dipikirkan terlalu serius.

Mungkin, dalam beberapa hal, ini penting, tergantung sudut pandang apa yang diambil.

Aku... muak dengan apa yang disebut "perbedaan" ini. Menurut saya, bukankah sebaiknya memikirkan inti sejati dari sesuatu itu sendiri lebih penting dan bermanfaat daripada hanya visualnya saja? Bukankah lebih baik yang dipikirkan lebih kepada fungsi, manfaat, karakter dan kemampuannya? SOFT SKILL!!

Kalau ditanya, mungkin pada paragraf ini akan terdengar sedikit lebay. Tapi setidaknya, ini yang ada dalam sudut pandang saya. Bagi saya, karena saya mungkin tergolong "berbeda" secara fisik dengan lingkungan saya, dalam setiap periode, dari SD (dari yang saya ingat), selalu ada pengalaman dimana ada orang memandang atau memperlakukanku secara berbeda. Tapi karena saya memiliki teman-teman berharga yang mau menerima saya apa adanya, karena saya adalah saya, bukan karena saya itu apa, saya bisa mempertahankan pikiran positif saya, bahwa perlakuan semacam itu hanya dilakukan oleh orang itu, bukan oleh orang golongan itu! Sampai sekarang, saya selalu berusaha untuk tidak "mengeneralisasikan" orang-orang yang berinteraksi dengan saya. Saya menilai mereka satu per satu, secara individual. Sebagai pribadi yang satu sama lain berbeda dan istimewa. Namun semakin dewasa, manusia semakin "bertumbuh" dan menjadi seperti "sama".

Bukankah manusia bertumbuh itu supaya semakin dewasa...?

Apakah makna dari dewasa itu sendiri?

Sementara ini, aku mendapati maknanya sebagai kelihaian berbicara, kepandaian menjilat, dan kemampuan untuk beradaptasi (saya membacanya sebagai "bunglon") dengan berbagai situasi, dan kemampuan untuk menciptakan situasi yang sesuai dan sebisa mungkin menguntungkan bagi dirinya sendiri. Intinya egosentris namun dengan mengenakan baju "sosial". Namun dewasa juga berarti mampu menilai segala sesuatu secara objektif, bukan hanya subjektif saja, mampu melihat dari "kacamata" orang lain.

Jika dibalikan, memang anak kecil tidak bisa seperti itu, mereka lurus, polos dan apa adanya. Mungkin benar ini adalah makna dari dewasa itu sendiri, yaitu berpikir dan bertindak berbeda dengan anak-anak.

Lagi-lagi soal perbedaan.

Mungkin saya tidak bisa disebut dewasa, karena saya selalu mempertahankan pikiranku yang polos dan sebisa mungkin jujur. Walau dalam beberapa aspek, saya termasuk pembohong ulung, misalnya dalam menyembunyikan perasaan. Entah sejak kapan, saya terbiasa menipu diri saya sendiri dalam hal ini, walaupun belakangan ini mulai sulit untuk berbohong lagi. Kalau ditanya kenapa pikiran yang polos dipertahankan? Pikiran yang terlalu banyak mencurigai orang lain tidak akan membuat seseorang bahagia. Kalaupun seandainya akhirnya ditipu, biarlah menjadi pelajaran dengan mempelajari tanda-tanda yang didapat.

Maaf jika ada yang tidak nyaman dengan tulisan saya, hanya sedang menuangkan isi pikiran yang seperti benang kusut. ^_____^;

Menguatkan Diri

Mulai gila...

Rasanya hari ini populasi pikiran di kepalaku tiba-tiba penuh. Padat!! Beragam hal kupikirkan, mulai dari kehidupanku sendiri, dia dan masalah pekerjaan, yang kini dihadapkan dengan tantangan baru! Memang hanya untuk 1 hari saja. Tapi entah kenapa, 1 hari ini akan menentukan langkahku ke depannya di hadapan para pembesar tempatku bekerja. Apakah aku sanggup? Apakah aku bisa? Benar-benar pesimis... Aku butuh dia... tapi, harus mulai melatih diriku untuk tidak terlalu tergantung lagi... Merasa semakin lemah, harus mulai menguatkan diri, tantangan yang ada harus mulai kuhadapi sendiri... lagi... Seperti yang biasanya kulakukan, walau rasanya belakangan sudah mulai lupa, bagaimana caraku bertahan selama ini.

Mulai keras lagi terhadap diri sendiri, berpikir sendiri, mengatasi sendiri...

ARGH....!!!!

2012年4月1日日曜日

Permainan

Tidak terkatakan
Tidak terucapkan
Tidak tersampaikan

Lidah ini kelu untuk berkata
Seolah bisu

Pikiran ini beku tuk berpikir
Seolah lumpuh

Mata ini seolah terkunci
Tak mampu untuk mengungkapkan
Tak mampu untuk memulai
Mengatakan apa yang ingin dikatakan

Mengapa begitu sulit
Padahal sederhana

Mengapa begitu sulit
Kutanya pada diriku
Pikirku
Hatiku...

Bagai karet yang ditarik ulur
Aku mempermainkan perasaanku
Dan dia...

Bagai mimpi yang tak nyata
Ku menempatkan diriku dan dia
Dalam kesenangan semu
Yang bahkan tak bisa kunikmati dengan sepenuh hati

Hatiku berontak

Pikiranku menjawab

Apa yang sedang kulakukan??