2012年4月2日月曜日

Perbedaan

Apa itu perbedaan?

Terkadang, manusia terlalu ribut dengan label, dengan visualisasi dari sesuatu, entah itu benda, hewan, tumbuhan, bahkan orang. Manusia seringkali terlalu ribut, memusingkan segala macam titel, fisik dan kemasan segala sesuatu. Menurut anda, berapa banyak pertikaian, pertengkaran, perselisihan yang timbul dari masalah visual ini?? Banyak! Dari skala kecil hingga besar, ada banyak sekali perselisihan yang timbul dari sesuatu yang dianggap "perbedaan" ini. Mungkin manusia banyak yang menganggur, banyak yang otaknya tidak dipakai, sehingga cenderung meributkan sesuatu yang menurut pandangan pribadi saya, bukanlah hal yang harus dipikirkan terlalu serius.

Mungkin, dalam beberapa hal, ini penting, tergantung sudut pandang apa yang diambil.

Aku... muak dengan apa yang disebut "perbedaan" ini. Menurut saya, bukankah sebaiknya memikirkan inti sejati dari sesuatu itu sendiri lebih penting dan bermanfaat daripada hanya visualnya saja? Bukankah lebih baik yang dipikirkan lebih kepada fungsi, manfaat, karakter dan kemampuannya? SOFT SKILL!!

Kalau ditanya, mungkin pada paragraf ini akan terdengar sedikit lebay. Tapi setidaknya, ini yang ada dalam sudut pandang saya. Bagi saya, karena saya mungkin tergolong "berbeda" secara fisik dengan lingkungan saya, dalam setiap periode, dari SD (dari yang saya ingat), selalu ada pengalaman dimana ada orang memandang atau memperlakukanku secara berbeda. Tapi karena saya memiliki teman-teman berharga yang mau menerima saya apa adanya, karena saya adalah saya, bukan karena saya itu apa, saya bisa mempertahankan pikiran positif saya, bahwa perlakuan semacam itu hanya dilakukan oleh orang itu, bukan oleh orang golongan itu! Sampai sekarang, saya selalu berusaha untuk tidak "mengeneralisasikan" orang-orang yang berinteraksi dengan saya. Saya menilai mereka satu per satu, secara individual. Sebagai pribadi yang satu sama lain berbeda dan istimewa. Namun semakin dewasa, manusia semakin "bertumbuh" dan menjadi seperti "sama".

Bukankah manusia bertumbuh itu supaya semakin dewasa...?

Apakah makna dari dewasa itu sendiri?

Sementara ini, aku mendapati maknanya sebagai kelihaian berbicara, kepandaian menjilat, dan kemampuan untuk beradaptasi (saya membacanya sebagai "bunglon") dengan berbagai situasi, dan kemampuan untuk menciptakan situasi yang sesuai dan sebisa mungkin menguntungkan bagi dirinya sendiri. Intinya egosentris namun dengan mengenakan baju "sosial". Namun dewasa juga berarti mampu menilai segala sesuatu secara objektif, bukan hanya subjektif saja, mampu melihat dari "kacamata" orang lain.

Jika dibalikan, memang anak kecil tidak bisa seperti itu, mereka lurus, polos dan apa adanya. Mungkin benar ini adalah makna dari dewasa itu sendiri, yaitu berpikir dan bertindak berbeda dengan anak-anak.

Lagi-lagi soal perbedaan.

Mungkin saya tidak bisa disebut dewasa, karena saya selalu mempertahankan pikiranku yang polos dan sebisa mungkin jujur. Walau dalam beberapa aspek, saya termasuk pembohong ulung, misalnya dalam menyembunyikan perasaan. Entah sejak kapan, saya terbiasa menipu diri saya sendiri dalam hal ini, walaupun belakangan ini mulai sulit untuk berbohong lagi. Kalau ditanya kenapa pikiran yang polos dipertahankan? Pikiran yang terlalu banyak mencurigai orang lain tidak akan membuat seseorang bahagia. Kalaupun seandainya akhirnya ditipu, biarlah menjadi pelajaran dengan mempelajari tanda-tanda yang didapat.

Maaf jika ada yang tidak nyaman dengan tulisan saya, hanya sedang menuangkan isi pikiran yang seperti benang kusut. ^_____^;

0 件のコメント:

コメントを投稿