2012年2月29日水曜日

Sudah... Cukup!! (Bagian 2)

"Bagian 2"?? Yah, tadinya aku tidak berpikir untuk membuat bagian 2 dari cerita ini, tapi karena ada perubahan pikiran dan ingin kutuangkan, jadilah "bagian 2" dadakan ini... #maksa
hahahahaaaa.....

Kemarin malam
dan siang ini

Aku sukses bersikap agak dingin
mereply dengan seadanya.

Menjelang sore... ahhh,,, sudah tidak tahan pengen ngaco-ngacoan lagi sama dia. Ternyata belakangan ini aku memang memanjakan perasaanku, ya. Entah kenapa, kalau sama dia, rasanya aku bisa melepas stress ku, dan merasa lebih baik. Kembali berpikir, lalu kalau dia sudah tidak bisa kuganggu lagi, bagaimana?? Yah, soal itu untuk saat ini ingin kupikirkan nanti saja. Tapi yang jelas keputusan hatiku sudah bulat. Aku tidak ingin mengingkari itu.

Yah untuk sebentar lagi, let me enjoy the moments...

Sudah... Cukup!!

Sudah... cukup!!

Kemarin malam sudah kutegaskan keputusan ini pada diriku. Aku memutuskan untuk tidak lagi membesar-besarkan perasaanku padanya, aku sudah memutuskan untuk mulai menjaga jarak dengannya. Aku sudah memutuskan, ternyata aku memang tidak bisa kalau hanya sekedar menjadi teman dengannya!

Mulai dari sejak minggu lalu, sejak aku berbicara keras padanya, beberapa hari setelah itu, rasionalitasku mulai bekerja, dan sepenuhnya menguasai pikiran dan otakku. Hatiku tidak bisa lagi terima keadaan yang dibatasi tidak boleh maju ini. Tidak bisa! Aku mungkin tidak akan sampai gila, karena kali ini, tidak ada peperangan batin, karena hati dan pikiranku sudah sejalan: ini harus dihentikan!

Mungkin untuk sementara waktu aku akan jadi autis, membekukan pikiranku, mengalihkan perhatianku pada hal-hal yang sebenarnya menurutku membosankan. Tapi itu lebih baik, lebih baik daripada memberi minyak pada sekam (?).

Biarlah semua terjadi menurut rencana-Nya, aku hanya bisa berusaha, melakukan apa yang kubisa.

2012年2月25日土曜日

Sebuah Percakapan Dengan Diri Sendiri



Aitai...
Hontou ni aitain da.
Hisashiburi ni atta kara.
Maa tashika ni, sensenshuu aimashita ga,
Demo kono kokoro ga mou hontou ni aitaku natte shimatta.

Kimi...
Atashi no kimochi zenzen wakaranai desu ne
Donna ni suki na no wa
Zenzen wakaranai no desu ne

Iitain da
Tsutaetain da

Mou tamaranaku naru kara sa

Watashi ga itta koto wa tabun kizu tsuketa kamo shiremasen ga
sumimasen
kedo, shinai to, gentei wakaranaku naru kara sa

Gentei wa hoshii kedo
Yappa, kurushii desu ne

Aitain dakedo
Aitakute aitakute

Gaman shika nai...

Kimi...
Watashi no koto...
Aitai no ka?

Garis Pembatas

"Trrrrr....."
Perangkat genggamku bergetar, sedikit kaget dan entah kenapa dalam hati langsung berpikir "dari dia??", tapi bukan.

Yaaa... Aku baru saja menegur dia dengan cukup keras, tidak mungkin juga sepertinya dia akan menghubungiku secepat itu. Baru sebentar, tapi rasanya sudah kangen.

Aku tahu bukan aku prioritas yang ada di hatinya. Karena itu pulalah aku menunjukkan garis batas yang tegas padanya.

Sejujurnya saat dia menceritakan mengenai kekasihnya itu, membuatku merasa seperti menjadi selingkuhannya dia, dan ini membuatku merasa rendah dan hina. Yaaa.. Kami sebenarnya tidak ada hubungan apapun! But just like people say, there is no friendship between men and women.

Padahal awalnya aku sama sekali tidak terpikir, tidak bermaksud untuk sampai sedalam ini dengannya. Hanya karena merasa dia asik, bisa diajak ngaco, dan aku ternyata hanyut. Aku lupa kalau aku lemah dengan yang gigih dan tahan lama.

Aku lengah, dan kini sedang berusaha menata diri. Berharap bagian diri yang sudah terlanjur remuk, dapat beregenerasi kembali. Tinggal kini kupikirkan, apa yang akan aku mulai terapkan untuk lakukan mulai dari SEKARANG...?

Termenung... Dengan jawaban yang sebenarnya sudah berputar-putar di atas kepala. Apa aku tidak akan menghubunginya sama sekali? Apa aku tidak akan membalas pesan-pesannya sama sekali seandainya dia menghubungiku? Hey! Aku tidak sedang bermusuhan dengan dia! Kenapa harus seperti itu?? Pikirku.

Mungkin.. Setelah kugaris jelas batas ini, perlahan-lahan hubungan kami bisa kembali normal dalam arti yang sebenarnya tanpa ada yang harus menarik diri secara mencolok. Mungkin...

2012年2月24日金曜日

Pertempuran Hati

Lagi....

Lagi-lagi bola kaca itu jatuh
Jatuh berhamburan dari jendela hati

Lagi...

Lagi-lagi aku membuat kesalahan
Kesalahan yang menorehkan luka lebih dalam di hati

Lagi...

Lagi-lagi aku terlambat
Untuk menarik diri secara aman

Lagi...

Lagi-lagi aku harus mundur
Dengan prajurit yang penuh luka

Kekalahan ini sudah kulihat
Kekalahan ini sudah kuketahui
Sejak awal...

Entah mengapa
Entah apa

Aku tetap melangkah
Menuruti kata hati
Mengikuti ego diri
Dengan mengorbankan prajurit-prajurit

Bangga akan ketahananku menghadapi pertempuran yang kukira sejenis
Bangga akan rekorku mengalahkan musuhku dalam pertempuran yang kukira serupa

Kebanggaanku membuatku kalah
Kebanggaanku membuatku lengah
Kebanggaanku membuatku memandang enteng peperangan di hadapan mataku

Tetapi aku lupa
Dalam setiap pertempuran yang kuanggap kumenangkan
Dalam setiap pertempuran yang tahan kulalui
Selalu berakhir dengan luka yang tidak ringan

Sekarang belumlah terlambat
Sekarang belumlah final

Prajuritku masih tersisa walau sedikit

Meski harus terseok-seok
Meski harus memakan waktu lebih lama
Aku harus mundur

Apakah aku benar-benar bisa mundur?
Sedangkan piala kemenangan yang sudah kuketahui tak mungkin kudapatkan
Tampak begitu menggoda

Namun tak apa
Kini semuanya sudah jelas
Sebening kristal

Dengan berbekal pengetahuan ini
Aku bisa lebih mantap untuk mundur
Yang sebelumnya ragu kulakukan karena berbagai pikiran positif dan kemungkinanku

Terima kasih Tuhan, karena sudah dibukakan begitu jelas
Terima kasih Tuhan, karena sudah mendidikku begitu keras
Sehingga aku bisa menjadi diriku yang berprinsip
Dan tidak membiarkan diri diinjak-injak oleh orang lain.

Pulkam

Jumat, 24 Februari 2012. Hari ini rencananya mau pulkam, dari hari selasa sudah coba cek schedule travel, tapi ternyata untuk keberangkatan sore sudah penuh semua.

Nyari-nyari di travel lain selain travel langganan juga sama, penuh.

Satu-satunya harapan tinggal travel D, soalnya dia bilang kadang bikin schedule pemberangkatan dadakan,,,, apa ada ya... Kebagian nggak ya...

Ternyata minat orang sini untuk pulang setiap hari Jumat itu tinggi ya.
Karena setiap kali mau pulang sore dari sini, hampir selalu tidak bisa bookingnya, karena sudah penuh.

Mungkin kalo ternyata memang tidak dapat, nanti sore mau langsung ke kantor agentnya buat booking yang tanggal 9, soalnya kalau nggak pulang-pulang, orang rumah udah nagih terus...

ckckkk...

Kadang jadi mikir, Jakarta memang banyak sekali pendatangnya, tapi berarti banyak sekali ya, yang rajin pulang tiap minggu. Karena sewaktu di Cikarang saja, tidak setiap minggu orang pulang menggunakan jasa travel P yang ada di sana. Padahal secara harga, travel P setengahnya dari yang ada di sini.

Kalau ingat biaya hidup, lebih baik yang di Cikarang sih, tapi di sini saya jadi punya mimpi, merasa punya tujuan dalam pekerjaan, yang mana ini tidak saya miliki sewaktu masih bekerja disana. That's what is important, I think.

Whatever the risks are, I hope I can always face the challenges positively and reacted to them positively too!! Have a good day, readers!!


2012年2月23日木曜日

Tanpa Judul




Semakin bingung..
Sungguh ku semakin bingung
Kala hati menjerit dan kuabaikan,
Aku pun menjadi patung yang tak berperasaan

Namun
Kala batin merengek dan kutanggapi
Semakin sakit dan banyak luka yang kumiliki

Aku tidak mengerti
Bagaimana
Apa

Aku tidak mengerti

Kala asa tak terjawab
Ku hanya mampu bergulung di sudut sepi
Berselimutkan kepedihan
Dengan pandangan nanar

Apakah itu cengeng
Apakah itu manja

Apakah itu tegar
Apakah itu kuat

Kala makna semua pengertian itu tercampur aduk
Kala semua pengertian itu menjadi semu
Dan tidak berbatas

Sendu biru datang menghantui
Menguasai

Menjadikan kaki yang menopang diri ini lemah lunglai
Berpasrah pada gravitasi takdir

Hai mata
Hai hati
Hai pikiran
Apa kabarmu?



Ditulis 22 Februari 2012, pukul 22.55

2012年2月22日水曜日

Pertama kutanya dia diam...
Kedua kutanya, dia tidak menjawab pertanyaanku...
Ketiga untuk kupastikan, dia hanya tertawa...

Sepertinya benar apa yang kupikirkan. Benar apa yang kuduga, atau mungkin dia sendiri bahkan tidak jelas mengetahui bagaimana situasi yang sebenarnya.

It's OK. Kalaupun dugaanku benar, kalaupun pemikiranku benar.
Itu yang terbaik. Selama dia memang bahagia, why not. Cuma bisa turut bahagia. Pikiran egois terkadang masih lewat di benak dan pikiranku. Tapi selalu kutegaskan pada diriku sendiri, ini yang terbaik buat dia. Setidaknya sepengetahuanku, ini yang terbaik buat dia! Yang terbaik juga untukku, supaya tidak lebih lama lagi terbenam dalam lumpur keraguan.

It's OK. Aku hanya perlu menarik nafas, think positive, and everything shall be OK.
Memulai pagi ini dengan semangat sendu, but keep fighting!! Yosh, be strong, girl!!

Make Up



Pagi tadi bangun dengan mata yang terasa berat....

Kulihat cermin, ternyata benar, mataku bengkak! Aneh, padahal semalam sudah kukompres dengan air dingin, dan biasanya manjur, tidak berbekas. Mungkin semalam kurang lama dikompresnya. Atau airnya yang kurang dingin? Yaa, dulu biasanya aku pakai air es, tapi berhubung semalam tidak ada stok air es, mau bagaimana lagi.

Selesai mandi, berharap, bengkaknya berkurang gara2 air shower yang dingin *ngayal*, but it's still there after all! Hahahaaa.... Yaa terpaksa mengeluarkan jurus terakhir, eyeliner yang lebih dibentuk dan lebih tebal dari biasanya... Well, hasilnya lumayan... *grin* Walaupun agak sedikit kurang seimbang, karena bentuk bengkak di kedua matanya memang nggak sama. ~_____~;

Mungkin aku harus sedikit belajar lagi tentang make up, make up cukup sakti untuk saat-saat darurat seperti ini.

2012年2月21日火曜日

"Sendirian Aja?"



"Sendirian aja?"

Sedikit kaget dan terhentak waktu lagi asik nonton TV, dan tetangga kamar menanyakan itu. Jawaban yang kuberikan hanya tertawa kecil "hehe".

Pada satu waktu, aku sempat mampu merasa cuek terhadap pertanyaan seperti itu. Tapi sebenarnya bukan cuek, tapi aku mematikan suara di pikiran dan hatiku yang bereaksi terhadap pertanyaan itu.

Sejujurnya, i hate being alone. Kalopun harus sendirian, aku memilih tempat yang sedikit orangnya dan sekiranya tidak ada yang mengenalku disana. I hate being recognized as a lonely person!

Walaupun banyak yang mungkin menilaiku pasif atau agak pemalu, tapi bukan berarti aku senang sendirian. I enjoy being with others. Seringkali merasa cengeng terhadap jalan pikirku ini. Tapi aku tidak berniat untuk lagi menutup pikiran dan hati untuk apa yang aku pikirkan dan rasakan, lagi! Aku tidak mau kehilangan kontak atau feeling lagi terhadap apa yang aku pikirkan atau rasakan. Saat kehilangan kontak dengan batin sendiri, aku merasa seperti patung, boneka yang menunggu perintah untuk digerakkan. Walau digerakannya oleh diri sendiri, atau lebih tepatnya logika diri. I hate it.

Aku sudah memutuskan untuk mencoba jujur terhadap diri sendiri juga, bukan terhadap orang lain saja. I am trying to live as me!

2012年2月20日月曜日

Kepribadian



"Menurutmu aku seperti apa sih?"

Pertanyaan ini sejak dahulu kadang secara iseng kutanyakan pada teman-temanku.
Dan untuk pertama kalinya, pertanyaan ini untuk pertama kalinya kutanyakan secara serius pada seorang temanku.

Pembawaanku yang sering memikirkan posisi orang lain lebih dari posisi diri sendiri lah, yang menjadi pemicu, mengapa imej yang tertangkap oleh orang lain itu terasa penting.

Ya, itu memang penting, tapi tidak menjadi tolok ukur perubahan karakterku.
Setidaknya itu yang selalu ada di pikiranku hingga minggu lalu.

Entah karena pengaruh suasana tempat kerja yang baru atau apa, dan karakter orang-orang disini, yang mungkin bisa dibilang tidak ada orang yang pasif, saya jadi mulai berpikir, apa tidak apa-apa jika aku tetap terus menjadi diri sendiri...

Tapi saya bersyukur sudah berdiskusi dengan dia, setidaknya pikiran saya jadi lebih terbuka dan merasa bersyukur telah menjadi diri sendiri. Toh perjuangan yang selama ini saya lakukan untuk bisa mencapai diri saya yang sekarang itu tidak mudah, harus saya hargai apa yang sudah saya capai sampai sekarang ini.

Makasih banyak to that friend of mine. You helped me a lot!! Glad to know you. :)

Anyway, di tengah kebingungan di lingkungan kerja yang baru ini, berkat dia, saya mulai berpikir, kalaupun adaptasi karakter itu memang perlu, biarlah dilakukan secara alami, sesuai prosesnya saja, tidak perlu dipaksakan. Enjoy the time!

Kentang

Kentang oh kentang...
Betapa bervariasinya dirimu

Padahal hanya sekedar kentang
Tapi rasa dan lembutmu bisa berbeda-beda di tiap restoran
Walaupun menunya sama-sama kentang goreng

Kentang oh kentang
Kenapa kamu cepat sekali habis
*lirik kantong french fries yang kosong*

Sekarang apa yang harus kulakukan tanpa dirimu
Sedang aku masih menanti waktu disini.. Sendiri...

#lagingaco


--> Ditulis tanggal 19 Februari 2012, pukul 19.25

Pikiran

"Gila... Rasanya aku mulai gila, masa pagi-pagi gini udah kangen dan mulai mikir macem-macem?? Aaaahh...!! Self-control!!"

Pagi ini pikiranku disibukkan dengan pikiran di atas. Rasanya pikiran ini mulai aneh! Padahal seharusnya pikiran dan perasaan ini harus kukontrol! Harus! Proses penterjemahan kata-kata yang diterima juga harus "dinetralkan"!

Biasanya ungkapan yang terlalu terbuka seperti ini tidak pernah saya tuliskan di blog ini, tapi rasanya kalau tidak kuisi waktuku dengan menulis ini dan menuangkannya, aku akan terpaku pada perangkat genggamku dan berpikir macam-macam.

Sepertinya akhu harus mulai memikirkan cara untuk mengalihkan pikiran ini.

2012年2月18日土曜日

Sesak

Siang hari ini terasa hening
Terdengar bunyi gergaji mesin
Namun terasa hening...

Kutanya pada diriku, mengapa
Tak bisa kujawab

Kutanya pada perangkat genggamku
Dia pun hening

Jawab yang sebenarnya kuketahui,
Namun tak mau kuakui

Aku mungkin egois

Kadang ku bertanya pada cermin
Kemanakah diriku yang kuat?
Kemanakah diriku yang mampu berdiri sendiri?

Ku tahu jawabannya
Namun tak mau ku akui

Ku tahu jawabannya
Namun tak mau ku dengar

Semata karena ku takut
Semata karena ku khawatir
Saat kuakui semua menjadi nyata
Saat kuakui semua berakhir tidak seperti yang diinginkan

Aku lelah...
Aku lelah dengan perulangan ini
Aku lelah dengan penyangkalan diri ini
Aku semakin tidak kuat untuk menanggung segalanya sendirian lagi

Ku tahu manusia tak sempurna
Ku tahu diriku banyak kekurangan

Jika bisa, kuingin pergi kesana
Jika bisa, kuingin berada dengan dia

Tapi aku takut

Apabila kupenuhi keinginanku, rasa ini akan semakin menggila
Apabila kupenuhi keinginanku, semakin ku tak  dapat mengontrol hati ini

Bisakah aku menutup hati
Bisakah aku menutup mata ini

Sedangkan rasa ini sudah demikian besar
Dan menjadi ancaman bagi rasionalitasku

2012年2月17日金曜日

Blogging

Sore hari ini gerimis, mungkin sebenarnya tidak masalah juga kalau langsung pulang. Tapi sebelumnya, saya ingin menyelesaikan tugas dahulu, supaya tidak ada PR untuk hari Senin nanti.

Saya bolak-balik kertas dalam buku agenda saya, melihat kembali catatan-catatan yang nantinya harus saya rangkum ke dalam laporan, lalu terhenyak melihat 2 lembar tulisan tangan saya di bagian tengah buku yang menggunakan tinta merah dan biru. Itu adalah tulisan saya, curhatan saya sebelum saya mulai menulis blog ini.

Mungkin secara emosi, saya kurang bisa berekspresi (kecuali pada yang saya nyaman, dan merasa dekat). Kadang malah kakak saya bilang kalau ekspresi saya itu datar, termasuk teman-teman di kelas training hari ini. Hmmm... apa memang begitu juga ya? *tertawa*

Tapi kalau mereview kembali kebiasaan saya yang pada saat ada emosi yang agak explode, cenderung saya tuangkan dalam tulisan, bisa jadi. Karena berarti saya biasa berekspresi di atas kertas. Walau saat menuliskan di atas kertas, tidak pernah dipikirkan pola dan struktur bahasanya, karena curhatan murni. *LOL*


Sebenarnya, awal tujuan saya membuat blog ini supaya Go Green, soalnya pengalaman di tempat kerja dahulu, sudah beberapa buku saya habiskan hanya untuk menuliskan apa yang saya pikirkan, curhatan, dan ide-ide serta imajinasi saya.

Dan ternyata, menuliskan curhatan di blog umum yang bisa dibuka oleh siapa saja, memang tidak senyaman, seterbuka menulis di buku sendiri. Tapi hikmahnya, saat menuliskan di sini, saya bisa sambil mereview, menata pikiran dan emosi saya, supaya tidak terlalu "liar" dalam pikiran dan hati. Hahahaa.....

Dan hikmah yang lain, saat menuliskan dalam buku, emosi saya benar-benar keluar, dan emosi negatif yang dibiarkan keluar tersebut entah kenapa malah semakin menjadi. Sedangkan kalau menulis di blog, sepertinya emosi saya bisa lebih terkontrol, mungkin karena dengan menulis di blog, saya jadi membiasakan diri untuk mengendalikan diri.

Yaa, intinya I'm glad i have created this blog. :)

2012年2月13日月曜日

Dilema



Mungkin banyak orang yang sudah sering menghadapi yang namanya "DILEMA". Satu kosa kata yang buat saya sesak dan otak jadi seperti benang kusut. Karena harus memutuskan dari dua atau beberapa pilihan yang tidak ingin dipilih.

Sekarang ini saya sedang dilema. Mungkin kalau saya ceritakan akan banyak yang menganggap kalau dilema saya sepele, dan mungkin sedikit yang bisa sealam pikiran dengan saya *LOL*.
Kakak saya dan bahkan saya sendiri kadang berpikir kalau saya itu agak perfeksionis. Sebenarnya tidak juga, kalau terhadap orang lain bisa dibilang, saya tidak pernah menuntut kesempurnaan, karena saya paham, tidak ada manusia yang sempurna, semua punya pola pikirnya masing-masing. Namun bagi saya, selalu menuntut kesempurnaan pada diri sendiri. Harus memiliki pola pikir yang "begini", harus bisa bereaksi "begitu", harus, harus dan harus.

Kalau ditanya, apa tidak capek dengan pikiran saya yang seperti itu, ya saya capek. Tapi saya memilih untuk capek demi tidak menapaki jalan yang salah, langkah yang salah, untuk mencegah error di kemudian hari. Ya, saya capek karena saya jadi sering atau malah hampir selalu mengabaikan apa yang menjadi keinginan saya, yang menjadi egoisme saya, yang menjadi tuntutan batin saya selama ini. Sampai pernah pada suatu periode, saya merasa "mati rasa". Hampir tidak bisa mendengar apa yang hati katakan, apa yang hati rasakan, dan baru terdeteksi saat sudah menumpuk banyak dan tahu-tahu keluar begitu saja. Pada titik ini, saya mulai berpikir, tidak boleh mengabaikan hati, tidak boleh terlalu keras, harus didengarkan. Karena apapun bentuknya, "ledakan" itu adalah sesuatu yang berlebihan, dan segala sesuatu yang berlebihan itu tidak ada yang baik. Kemudian berpikir lagi, apa saya terlalu keras pada diri sendiri? Jawabannya kemungkinan besar adalah Ya, sudah saya sadari sejak setengah tahun belakangan ini. Oleh karena itu, sekarang ini saya sedang men-terapi diri sendiri, untuk mendengarkan setiap yang hati katakan, inginkan, namun untuk pelaksanaannya masih akan masuk pertimbangan apakah baik atau tidaknya.

Karena dari yang saya rasakan, jika terlalu menuruti keinginan, egoisme diri, akan jadi kurang mawas diri, dan semakin lemah. Entah pandangan saya ini tepat atau tidak, di saat saya sering memanjakan emosi saya (spritual needs), saya menjadi semakin lemah, di saat saya seharusnya tidak lemah. Dan saya merasa sekarang ini adalah keadaan terlemah saya dari hidup yang selama ini saya jalani. Dan saya merasa, jika ini berlanjut, saya akan semakin lemah dari kondisi sekarang. Saya sekarang ini merasa tidak mampu untuk tegas pada diri sendiri, tidak mampu untuk menuntut diri melakukan apa yang sudah seharusnya dan sewajarnya dilakukan dalam sistem pemikiran saya.

Benar-benar buntu.

2012年2月10日金曜日

Ngegodain


"Ngegodain"... Kata-kata ini pasti udah familiar bagi siapapun. Kadang-kadang mikir juga dalam hati, sebenarnya arti dari menggoda itu apa, soalnya tujuan tiap orang buat menggoda itu beda-beda kan.
Ada yang untuk mendapatkan hati sang pujaan, ada yang untuk mendapat perhatian, atau sekedar bercanda mengisi kejenuhan. Kadang dalam hati berpikir, kalau menggoda itu konteksnya sudah lawan jenis, apa sudah pasti tujuannya yang pertama (mendapatkan hati pujaan)?

Entah ini disebut self-denial atau apa, tapi saya sendiri kalau ada yang menggoda, secara otomatis saya langsung transfer, dan terjemahkan secara positif, "oh, dy mw berteman dengan saya" atau "oh, dia sedang bercanda dengan saya".

Mungkin bagi sebagian orang, saya dinilai pengecut untuk menilai situasi ke arah "sana", tapi itu settingan pola pikir yang sudah saya taruh di kepala saya. Keep positive thinking (ampe kebablasan positifnya kadang-kadang). Sebenarnya alam bawah sadar (istilahnya mistik amat) saya sendiri sudah memahami, tapi pikiran saya sering saya kontrol dengan ketat dan kuat. Saya tidak tahu ini baik atau tidak, tapi setidaknya ini "pagar" saya.

Kadang memang berpikir, apakah pagar ini terlalu tinggi? Who knows? Kadang saya juga tidak mengerti, kadang saya berpikir kalau "ketinggian" pagar ini diperlukan di saat-saat tertentu.

Tapi yah, setidaknya yang saya alami, saya cukup tertolong dengan adanya pagar ini.
Dan kadang-kadang juga agak nyesek dan menderita sama ketinggiannya. *LOL*

Yaa.... everything has its own merits and demerits. That's just normal. Yang penting, hormati keputusan yang sudah diambil, dan pikirkan apa yang harus sekarang dan nanti dilakukan terhadap keputusan yang sudah diambil. Enjoy your life, don't fret on to the past too much, it'll take your happiness away!

2012年2月9日木曜日

New Job

Mungkin bagi sebagian pembaca, sudah terbiasa yang namanya pindah kerja. Dan mungkin sudah terbiasa dengan irama penyesuaian diri, dan tau berapa lama sampai bisa benar-benar terbiasa.

Akhir tahun kemarin, saya baru pindah kerja ke tempat baru dengan bidang yang benar-benar baru.
udah kaya banting setir.... -___-; tapi karena masih ada hubungannya dengan bidang yang saya sukai, i wanted to challenge myself! akhirnya here I am... tiba-tiba merasa terdampar....

Nggak seperti bayangan, dari ritme kerja, bidang kerja, dan aktual pekerjaan sehari-harinya.
Bos sih bilang, kalau sudah lancar, pasti megang bidang yang menjadi alasan saya pindah ke tempat baru ini. But still, saya belom bisa mengerti ritmenyaaa~~

Aihhh,,, yah eniwey busway, karena emang masih pingin coba, masih penasaran, masih ingin mendalami, masih eksis di tempat kerja yang sekarang. Merasa worthed untuk dicoba. Nggak tau juga ntar ujungnya gimana, pokonya jalanin dulu.

We never know if we never try...

First Blog

Blog pertama - haahh,,,,,

Selama ini nggak pernah kepikiran buat bikin blog, sama sekali.
Kalau ditanya kenapa, karena nggak terlalu berminat tulis menulis atau mengekspos kehidupan pribadi. But well, on second thought, nggak harus segamblang itu kan.

Yaa... pokonya disini mungkin bakal ada curcol-curcolan,, kadang juga mungkin share info atau sekedar pola pikir saya. Yaa.. mohon maaf juga sebelumnya kalau ada yang merasa nggak nyaman membaca tulisan saya. Saya masih baru dan belum tau banyak. Kalau ada kesalahan, please tell!