Aku benci...
Aku ingin kamu sepenuhnya perhatian pada dia, atau sepenuhnya padaku. Aku benci perhatianmu yang setengah-setengah, itu membuatku merasa seperti ban cadangan, and I hate it. Tapi sebagai teman, sebagai sahabat, aku hanya bisa bersikap menenangkan emosimu, dan membuatmu berpikir positif, hanya itu, dan itu membuatku sakit.
Aku tahu kita tidak ada hubungan apa-apa, we're just friends! That's all i want it to be after all. Karena pada akhirnya, kamu bukan untukku, dan aku pun bukan untukmu. I just know it.
Sudah berapa kali juga aku berpikir untuk menjauh darimu, membuat jarak, menjadi hanya sekedar teman biasa, bukan lagi sahabat berbagi rasa senang, sedih ataupun candaan, atau bahkan menjadi orang asing! Tapi aku belum bisa, tidak... aku belum mau, aku masih ingin memiliki tempat bersandar, orang yang bisa mensupport ku secara emosional.
Membaca keluhanmu kemarin, bertambah lagi satu alasan yang kubuat, untuk belum beranjak dari posisi yang berduri ini. Aku masih ingin mensupportmu, membuatmu kuat, aku takut kamu hancur dan lelah, tapi setidaknya, aku bisa berasumsi, bahwa yang menderita karena rasa ini hanya aku, itu lebih baik, it's better for him. Aku tidak apa-apa, aku baik-baik saja. Aku bisa menghadapi semuanya ini, karena aku tidak sendirian. Tuhan yang selalu menjagaku, dan menemaniku setiap waktu, Dia yang akan menguatkanku menghadapi dan membuat keputusan atas segalanya.

0 件のコメント:
コメントを投稿