Ingin bertemu...
Ingin mengobrol...
Rasanya banyak sekali yang ingin dikatakan
Dilakukan bersama
Namun kau tak disini
Tak boleh disini
Entah bagaimana, rasanya hari ini sangat ingin in touch, berkomunikasi sama dia. Tapi mungkin karena tidak satu frekuensi atau bagaimana, dia sekarang ini sedang cape, entah karena kerjaan, atau karena apa, aku mencoba mengerti, aku mencoba sabar. Aku tidak boleh egois, tidak boleh memaksakan diri, karena semua orang punya keperluannya masing-masing. He's not dedicated to me, neither do I.
Kadang berpikir, rasanya langkah ini sudah terlalu jauh jika hanya sebagai teman, memang belum melewati batas, namun rasanya sedikit lagi saja, batas akan terlewati. Bagaimana baiknya, sebenarnya aku tahu, kepalaku paham, namun keegoisanku masih berjalan, padahal aku tahu, ini hanya akan membuat aku dan dia menderita.
Kalau dipikir-pikir, sudah lama juga kita berkomunikasi hanya melalui dunia maya, berawal dari teman jejaring sosial, mulai "menganggap" keberadaan satu sama lain di dunia nyata setelah berinteraksi di jejaring sosial, mendekat, menjadi teman dekat, teman perang, dan kini... teman curhat...(?). Aku tidak yakin istilah ini tepat, sahabat? Ya, mungkin begitu. Yaa, apapun sebutannya, semua, 90% komunikasi kami, kami lakukan melalui dunia maya. Lalu apakah perasaan yang dirasakan ini juga "maya"? Aku tidak tahu.
Kadang berpikir, seandainya kami tidak berkomunikasi 3 bulan saja, apa yang akan terjadi? Mungkin 3 hari pertama stress, 1 minggu pertama galau luar biasa, ahh... rasanya tidak bisa membayangkan kalau itu terjadi. Dan singkat cerita, mungkin awal-awal akan menderita luar biasa. NAMUN, apabila komunikasi ini bisa tidak dilakukan selama setidaknya 3 bulan... Apakah perasaan kami satu sama lain akan hilang?
Apakah dia akan bosan?
Apakah dia akan jenuh?
Apakah dia akan capek?
Apakah dia akan segera menemukan yang lain?
Apakah dia justru tidak akan memikirkannya sama sekali?
Mungkin saya kepedean, tapi rasanya tidak. :p
DAN, andaikata setelah 3 bulan tidak ada komunikasi, perasaan kami bisa menjadi netral, dan seandainya 3 bulan kemudian kami bertemu lagi, apakah kami akan kembali terjebak dalam lingkaran setan???
Aku tidak mengerti
Aku tidak mengerti, sejak kapan keberadaanmu begitu besar bagiku?
Aku telah kehilangan kontrol, padahal selama ini aku tidak pernah kehilangan kontrol atas perasaanku. Tidak pernah membiarkan hubungan yang tadinya hanya sekedar teman berubah. Tidak pernah sebelumnya aku menyukai seseorang, bukan karena aku memang suka, tapi karena kedekatan hubungan dan interaksi!! Tidak pernah sebelumnya, aku melewati batas dengan orang yang dari awal hanya kuanggap teman. Tidak pernah!! Kamu istimewa... Sayang, ini menyakitkan.

0 件のコメント:
コメントを投稿